Minggu, 27 Maret 2011

Kepribadian Yang Sehat Berdasarkan Psikoanalisa Dan Behavioristik


Kepribadian Sehat Berdasarkan Psikoanalisa

Teori kepribadian dengan pendekatan psikodinamika sangat dipengaruhi oleh Sigmund Freud (1856-1939), Bapak Psikoanalisa yang sangat terkenal. Aliran ini melihat dari sisi negatiF individu, masa lalu, analisis mimpi (jalan istimewa menuju ketidaksadaran), dan juga alam bawah sadar, yang tersusun dari 3 sistem pokok yaitu : id, ego, dan superego.

Id merupakan system kepribadian yang asli dan merupakan sumber energi utama bagi hidup manusia. Id merupakan rahim tempat ego dan superego berkembang. Freud menyebut id “kenyataan psikis yang sebenarnya”, karena id mempresentasikan dunia batin pengalaman subjektif dan tidak mengenal kenyataan objektif. Id terdiri dari dorongan-dorongan biologis dasar seperti kebutuhan makan, minum, seks, dan agresifitas.
Dalam Id terdapat dua jenis energi yang saling bertentangan dan sangat mempengaruhi kehidupan individu, yaitu insting kehidupan dan insting mati. Dorongan-dorongan dalam Id selalu ingin dipuaskan, dan dalam pemuasannya Id selalu berupaya menghindari pengalaman-pengalaman yang tidak menyenangkan (prinsip kesenangan atau Pleasure Principle).

EgoEgo merupakan energi yang mendorong untuk mengikuti prinsip kenyataan. Ego menjalankan fungsi pengendalian agar upaya pemuasan dorongan Id itu realistis atau sesuai dengan kenyataan. Misalnya orang yang lapar harus mencari, menemukan, dan memakan makanan sampai tegangan karena merasa lapar dapat dihilangkan.

SuperegoSistem kepribadian ketiga dan yang terakhir dikembangkan adalah superego. Superego adalah gambaran kesadaran akan nilai-nilai dan moral masyarakat yang ditanamkan oleh adapt istiadat, agama, orangtua, guru, dan orang lain kepada anak. Karena itu pada dasrnya superego adalah hati nurani seseorang yang menilai benar atau salahnya tindakan seseorang. Itu berarti superego mewakili nilai-nilai ideal dan selalu berorientasi pada kesempurnaan.
Freud juga membagi aktivitas mental individu dalam beberapa tingkatan berdasarkan sejauh mana individu menyadari gejala-gejala psikis yang timbul, yaitu :
1). Tingkat sadar atau kesadaran (conscious level)Pada tingkat ini aktivitas mental dapat disadari setiap saat seperti berpikir, persepsi, dan lain-lain.
2). Tingkat prasadar (preconscious level)Pada tingkat ini aktivitas mental dan gejala-gejala psikis yang timbul bias disadari hanya apabila individu memperhatikannya, misalnya memori, pengetahuan-pengetahuan yang telah dipelajari, dan lain-lain.
3). Tingkat tidak disadari (unconscious level)Pada tingkat ini aktivitas mental dan gejala-gejala psikis tidak disadari oleh individu. Gejala-gejala ini muncul misalnya dalam dorongan-dorongan immoral, pengalaman-pengalaman yang memalukan, harapan-harapan yang irasional, dorongan-dorongan seksual yang tidak sesuai dengan norma masyarakat, dan lain-lain.
Tingkat tidak disadari inilah yang merupakan objek studi psikoanalisa. Dikatakan Freud pada tahun 1942 : “tujuan utama psikoanalisa sebenarnya tidak lebih dari mencapai dan dapat mengungkap kehidupan mental yang tidak disadari”. Teori Freud sendiri kemudian banyak mengalami perkembangan baik oleh dirinya sendiri maupun oleh para pengikutnya seperti : Alfred Adler, Karen Horney, Erich Fromm, dan lain-lain.
Perubahan penting yang dilakukannya sendiri adalah konsep libido. Awlanya libido dianggap berasal dari dorongan seksual semata, tetapi akhirnya Freud berpendapat bahwa libido merupakn dorongan kehidupan yang jauh lebih luas daripada dorongan seksual semata. Karen Horney dan Erich Fromm menekankan pentingnya pengaruh lingkungan social terhadap perkembangan kepribadian individu.

Jadi dapat disimpulkan bahwa menurut aliran psikoanalisa manusia bersifat terbatas, yaitu mengabaikan potensi-potensi yang dimiliki manusia. Manusia dilihat dari sisi sakit, yaitu bahwa kodrat manusia bersifat negative (neurotics dan psikotis), dan juga kodrat manusia digambarkan pesimistis, yaitu manusia adalah korban dari tekanan-tekanan biologis dan juga konflik-konflik pada masa kanak-kanak.



Kepribadian Sehat Berdasarkan Behavioristik

Behaviorisme merupakan sebuah aliran dalam psikologi yang didirikan oleh J.B. Watson. Sama halnya dengan psikoanalisis, behaviorisme juga merupakan aliran yang revolusioner, kuat dan berpengaruh serta memiliki akar sejarah yang cukup dalam. Selain Watson ada beberapa orang yang dipandang sebagai tokoh behaviorsime, diantaranya adalah Ivan Pavlov, E.L. Thorndika, B.F. Skinner, dll. Namun demikian bila orang berbicara kepribadian atas dasar orientasi behevioristik maka nama yang senantiasa disebut adalah Skinner mengingat dia adalah tokoh behaviorisme yang paling produktif dalam mengemukakan gagasan dan penelitian, paling berpengaruh, serta paling berani dan tegas dalam menjawab tantangan dan kritik-kritik atas behaviorisme (Koeswara, 2001 : 69).

Paradigma yang dipakai untuk membangun teori behavioristik adalah bahwa tingkah laku manusia itu fungsi stimulus, artinya determinan tingkah laku tidak berada di dalam diri manusia tetapi bearada di lingkungan (Alwisol,2005 : 7). Pavlov, Skinner, dan Watson dalam berbagai eksperimen mencoba menunjukkan betapa besarnya pengaruh lingkungan terhadap tingkah laku. Semua tingkah laku termasuk tingkah laku yang tidak dikehendaki, menurut mereka, diperoleh melalui belajar dari lingkungan.

Prinsip-prinsip Teori Behaviorisme :

  • Obyek psikologi adalah tingkah laku.
  • Semua bentuk tingkah laku di kembalikan pada reflek.
  • Mementingkan pembentukan kebiasaan.



Rabu, 23 Maret 2011

Definisi Kesehatan

Kesehatan adalah kondisi fisik dan batin yang seimbang, tidak kekurangan dan tidak berlebihan dari segala zat ataupun keadaan yang biasa menjadi asupan tubuh. Dan juga kesejahteraan fisik dan mental, dimana tubuh kita selalu merasa nyaman, segar dan baik. Nyaman untuk beraktivitas, selalu semangat, dan dapat diajak bekerjasama.

Kesehatan adalah kondisi yang sangat mahal harganya, jika kesehatan kita sudah terganggu, maka segala aktivitas dalam hidup kita pun akan menjadi terganggu. Kita harus berobat ke dokter untuk memperbaiki kondisi tubuh kita. Dan itu akan membuat kita harus mengeluarkan biaya mahal. Belum lagi jika disaat kita ada urusan yang sangat penting, kita akan kehilangan kesempatan jika kondisi tubuh kita tidak sehat. Oleh karena itu, kita harus selalu menjaga kesehatan tubuh dan jiwa kita.

Kesehatan dapat kita jaga dengan berbagai cara, kita dapat menjaganya dengan cara memakan makanan yang bergizi dan cukup. Kita harus banyak berolahraga dan banyak minum air putih. Kita pun wajib menjaga kebersihan dalam diri, dan lingkungan kita.

Jika kita merasa sangat menyayangi diri kita, kita pasti akan senantiasa menjaga kesehatan kita. Karena dalam tubuh yang kuat akan ada jiwa yang sehat. Segalanya akan berjalan lancar.

Semoga kita semua selalu dalam keadaan yang selalu sehat, baik lahir maupun batin..... :)



Rabu, 01 Desember 2010

BE GRATEFUL


Terkadang dunia terasa sangat membosankan... bukan tidak bersyukur, didalam hati yang paling dalam berjuta2 rasa syukur aku rasakan atas nikmatMu ya Rabb. Aku hanya bertingkah laku layaknya manusia biasa.

Aku merasa lelah disaat aku sendiri. Bertanya kepada siapa lagi aku tidak tahu.
Aku merasa malu jika kalah, aku ingin terus menjadi hebat. Aku ingin meraih kembali kebahagiaan yang telah terenggut waktu dan keegoisan.

Aku ingin mengampuni mereka yang telah merobek-robek hatiku. Aku ingin menebus semua dosa-dosa ini. Aku merasa semua tidak ada apa-apanya. Aku merasa benar-benar dalam kehampaan.
Aku mengenadahkan kepalaku sejenak.... Aku merasakan aliran darah memberatkan kepala ku, semakin terasa pusing dan semakin nikmat. Aku merasakan lelehan air mata yang tergenang perlahan. Aku mencintai hidup ini karenaMu Tuhan...

Entah dmna aku jika aku tidak mengingat nikmatMu. Aku masih sangat merasakan kasih sayangMu saat aku berbahagia, senyumku masih terus mengalir walau entah bagaimana caranya aku masih bisa tersenyum... NikmatMu ini Tuhan.....membuat aku benar-benar merasa beruntung dalam hangatnya aliran air mata.

Selasa, 30 November 2010

Penjelasan dan Solusi Dampak Negatif Internet


Teknologi Internet sudah sangat dekat dengan masyarakat, semua orang sudah menganggap internet sebagai kebutuhan utama. Bagaimana tidak, internet menyajikan semua informasi dan sarana via online kepada kita. Sebagaimana hal lainnya, internet pun mempunyai dampak positif dan negatif.
Saat ini saya akan menjelaskan tentang dampak positif dan negatif dari internet dalam beberapa aspek :

- Ekonomi : Pada internet kita dapat mencari berbagai macam produk yang kita inginkan, karena internet banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan dan wiraswastawan sebagai sarana untuk mempromosikan barangnya. Akan tetapi karena banyaknya jual beli menggunakan sarana internet seringkali terjadi penipuan dan banyak terjadi penjualan PSK (Pekerja Sex Komersial) via online, yang akan berbuntut pada terjadinya cybersex.

- Sosial : Internet menjadikan kita berwawasan luas, bagaimana tidak, kita dapat menjumpai berbagai macam orang dari berbagai penjuru dunia. Apalagi ditambah dengan adanya jejaring sosial, yang menjadikan kita mempunyai banyak teman dari berbagai macam daerah di seluruh pelosok dunia. Namun dengan adanya jejaring sosial ini pula banyak terjadi tindak kriminalitas. Banyak sekali gadis yang diculik, yang diawali dengan perkenalan di dunia maya ini.

- Budaya : Internet menjadikan budaya kita dikenal oleh negara-negara lain, sebaliknya juga kita dapat mengenali budaya-budaya lain. Namun dengan begitu banyak sekali anak muda bangsa Indonesia mencontoh budaya barat yang bertolak belakang dengan budaya kita (Timur). Mereka menjadi korban westernisasi.
- Hiburan : Internet menyajikan banyak sekali hiburan, mulai dari jejaring sosial, berbagai macam musik, sampai dengan game online yang dapat dengan mudah diakses. namun demikian dengan adanya hiburan-hiburan ini, banyak sekali orang yang menjadi kecanduan. Mereka menjadi lupa waktu bahkan lupa akan kewajiban mereka.

- Pendidikan : Pendidikan berlimpah luas di dalam internet, sekali ketik apa yang kita cari banyak sekali artikel yang kita temukan. Oleh karena itu. Internet menjadi buku kedua para pelajar. Banyak sekali mahasiswa dan pengajar yang menggunakan internet sebagai bahan mereka untuk menjalankan aktivitas belajar mengajar. Akan tetapi karena terlalu mudahnya mengakses, banyak sekali pelajar yang langsung mengcopy-paste (menyalin) tugas-tugas, tanpa membaca/ mempelajarinya terlebih dahulu.

Ditinjau dari aspek-aspek tersebut, kita dapat melihat dari segi positif dan negatifnya. Kita dapat mengetahui banyak hal dan informasi dari internet, akan tetapi kita harus sangat berhati-hati terhadap dampak negatifnya. Seperti yang telah saya paparkan di atas banyak sekali yang telah menjadi korban internet.

Oleh karena itu saya kira kita perlu mengawasi putra-putri kita dalam menggunakan internet. Kita wajib waspada dan memberikan pendidikan tentang cara penggunaan internet yang beretika. Gunakan internet seperlunya saja, sehingga kita tidak membuang banyak waktu kita di depan komputer, waspada akan oknum-oknum yang mengajak berkenalan di dunia maya ini. Jangan pula mudah tergiur dengan tawaran-tawaran maya yang tidak jelas-jelas tidak ada jaminannya.

Rabu, 24 November 2010

APTITUDE TEST

Hasil Aptitude test dapat merepresentasikan bakat atau talent anda, yakni dengan cara mengukur karakteristik dan kemampuan-kemampuan lainnya yang dimiliki per individu. Assessment testing dapat membantu memberitahu area-area kekuatan setiapindividu.

Tes ini dilakukan dengan tujuan yang berkaitan dengan bidang pendidikan dan industri. Dalam bidang pendidikan, dengan mengetahui bakat siswa maka ia dapat diarahkan sesuai dengan bakatnya tersebut agar siswa dapat mencapai prestasi sesuai dengan bakat yang dimilikinya.

Dalam bidang industri, bakat seseorang perlu diketahui apakah ia tepat menduduki jabatan tertentu. Dengan tes bakat dapat diramalkan bakat-bakat seseorang dalam berbagai bidang atau dalam hal pelajaran, pekerjaan yang dipilihnya, serta kesuksesan-kesuksesan bekerja di masa datang

Oleh karena itu apabila tes bakat itu diberikan pada awal sebelum seseorang individu memilih suatu jurusan sekolah atau pekerjaan tertentu maka akan dapat dipastikan akan dapat menghemat biaya dan waktu yang terbuang akibat tidak tepatnya seseorang individu memilih suatu sekolah atau lapangan pekerjaan. Orang yang dapat memilih, meyesuaikan dengan pekerjaan yang sesuai dengan bakatnya akan membuat seseorang tersebut mempunyai semangat kerja yang tinggi dan kepuasan kerja akan tercapai. Sebaliknya seseorang individu yang dipaksa atau terpaksa bekerja tidak sesuai dengan bakatnya akan menimbulkan kelesuan kerja, semangat kerja rendah, ketidakpercayaan pada diri sendiri, banyak membuat kesalahan-kesalahan dan menimbulkan frustrasi bagi individu yang bersangkutan.

Beberapa tes bakat diantaranya :

1. Differential Aptitude Test (DAT)

Tes ini berusaha untuk menentukan ke arah manakah kecenderungan bakat seseorang itu. Dari hasil tes tersebut dapat diperoleh skor seseorang dari masing-masing sub tes, yaitu :

1 Tes Kemampuan Verbal

Sebagai kemampuan memberikan pengertian dalam hal bahasa. Untuk mengetahui seberapa jauh seseorang dapat mengerti ide-ide dan konsep-konsep yang dinyatakan dalam bentuk kata-kata. Selain itu untuk mengetahui seberapa mudah seseorang dapat berpikir dan memecahkan masalah-masalah yang dinyatakan dalam bentuk kata-kata.

1.2. Tes Kemampuan Numerik

Sebagai kemampuan dalam hal hitungan angka. Untuk mengetahui seberapa baik seseorang dapat mengerti ide-ide dan konsep-konsep yang dinyatakan dalam bentuk angka-angka. Selain itu, seberapa mudah seseorang dapat berpikir dan memecahkan masalah-masalah dengan angka-angka.

- Tes Pemahaman

Isi subtes ini dirancang untuk mengungkap pemahaman umum testee.

- Tes Penalaran

Tes ini mengukur kemampuan penalaran individu yang bersifat “non-verbal”, yaitu meliputi kemampuan individu untuk dapat memahami adanya hubungan yang logis dari figur-figur abstrak atau prinsip-prinsip “non-verbal design”. Tes penalaran bersama-sama dengan “verbal reasoning” dan “numerical ability” mengukur “general intelligence”.

Penyajian tes ini dapat dilakukan secara individual maupun klasikal. Menurut manual aslinya, waktu yang ditentukan untuk mengerjakan tes ini adalah 25 menit. Sedangkan waktu untuk instruksi lima sampai dengan sepuluh menit.

Tes ini digunakan di lingkungan sekolah, perusahaan, dan kegiatan sosial lainnya. Tes ini relevan untuk pekerjaan atau profesi yang memerlukan persepsi hubungan antara benda-benda.

- Tes Pengertian Mekanik

Kemampuan di dalam hubungannya dengan permesinan. Mengukur aspek daya penalaran di bidang kerja mekanis dan prinsip fisika, yang merupakan salah satu faktor intelligensi dalam arti luas. Penyajian tes ini dapat dilakukan secara perseorangan maupun kelompok. Waktu yang ditentukan untuk mengerjakan tes ini ialah 30 menit. Sedangkan waktu untuk instruksi sekitar lima sampai dengan sepuluh menit.

Tujuan tes ini untuk mengetahui kemampuan khusus dalam bidang kemampuan mekanik. Dengan mengetahui kemampuan ini maka dapat ditentukan jurusan studi maupun untuk memilih pekerjaan. Bidang pekerjaan yang membutuhkan kemampuan ini antara lain tukang kayu, ahli mesin, pemelihara mesin, dan perakit (assembler). Tes ini juga untuk mengetahui seberapa mudah seseorang memahami prinsip-prinsip umum ilmu pengetahuan alamiah sebagaimana terlihat dalam kejadian sehari-hari yang berhubungan dengan kehidupan.

- Tes Ruang Bidang

Kemampuan dalam hubungannya dengan ruang. Tes ini mengukur kemampuan berpikir secara visual dari bentuk geometris memahami gambar dari dua dimensi untuk menjadi bentuk tiga dimensi. Tes ini dapat disajikan secara individual maupun secara klasikal. Waktu penyajian total waktu sekitar delapan menit dengan perincian tiga menit untuk memberikan penjelasan dan lima menit untuk mengerjakan soal.

2. Tes Kraepelin

Tes ini untuk mengetahui bakat (kemampuan) seseorang dalam bekerja. Faktor-faktor yang dapat diungkapkan dengan tes ini adalah :

a. Kecepatan Kerja (Pan-Ker), yang ditunjukkan pada berapa prestasi yang dicapai dalam mengerjakan tes.

b. Ketelitian Kerja (Tian-Ker), yang ditunjukkan pada berapa kesalahan (salah dan loncatan) yang diperbuat dalam mengerjakan tes.

c. Keajegan Kerja (Jan-Ker), yang ditunjukkan dengan irama kerja seseorang di dalam mengerjakan tes.

d. Ketahanan Kerja (Han-Ker), dengan ditunjukkan oleh garis ausdauer dalam mengerjakan tes.

Oleh karena itu dengan adanya test ini seseorang akan lebih mudah dan dapat menikmati pekerjaannya, sehingga tidak terjadi tekanan psikologis pada dirinya, karena dia senang dengan kerjaannya. Dan hasilnya pun akan lebih memuaskan karena sesuai dengan kemampuannya.